Spesifikasi Perangkat yang Digunakan
Berikut ini adalah spesifikasi perangkat yang saya gunakan untuk percobaan ini.
Secara garis besar, spesifikasi perangkat saya adalah sebagai berikut:
- Prosesor: Intel Core i3-5005U
- Memori: RAM 4 GB
- VGA: NVIDIA GeForce 920M
- Sistem operasi: Ubuntu 18.04.1 LTS
Cara Install PCSX2 di Linux Ubuntu
Bagi kamu yang belum tahu cara install PCSX2 di Linux, ikuti langkah-langkah di bawah ini. Sebelum memulai, pastikan perangkat kamu sudah terhubung ke internet.
1. Buka Terminal
Buka Terminal dengan menekan pintasan keyboard Ctrl + Alt + T.
2. Tambahkan Repositori PCSX2
Setelah Terminal terbuka, ketik perintah berikut lalu tekan Enter.
sudo add-apt-repository ppa:gregory-hainaut/pcsx2.official.ppa
3. Perbarui Daftar Paket
Jika muncul tampilan seperti pada gambar di atas, tekan Enter untuk melanjutkan. Setelah itu, perbarui daftar paket dengan perintah berikut.
sudo apt-get update
4. Install PCSX2
Selanjutnya, jalankan perintah instalasi berikut.
sudo apt-get install pcsx2
Ketik huruf "y" untuk memulai instalasi PCSX2. Setelah proses instalasi selesai, tutup Terminal.
First Time Configuration PCSX2 di Linux Ubuntu
Buka PCSX2 yang sudah terpasang. Saya biasanya mencarinya dengan menekan tombol Windows (Super) pada keyboard, lalu mengetik "PCSX2". Setelah program terbuka, saatnya kita melakukan First Time Configuration PCSX2 di Linux Ubuntu.
Pilih Bahasa
Jika kurang terbiasa dengan bahasa Inggris, kamu bisa mengganti bahasanya ke bahasa Indonesia melalui Language Selector. Jangan lupa menekan tombol Apply setelah memilih bahasa, lalu klik Next untuk melanjutkan.
Pada tahap berikutnya, langsung saja klik Next. Saya terbiasa mengatur pengaturan plugin setelah proses First Time Configuration ini selesai.
Atur BIOS PCSX2
Bagi kamu yang belum memiliki BIOS PCSX2, kamu bisa mengunduhnya melalui tautan ini. Bagi yang sudah punya, hapus centang pada opsi Use default setting, lalu klik Browse dan arahkan ke folder tempat BIOS disimpan.
Jika kamu masih bingung, unduh saja BIOS-nya, lalu ekstrak ke folder yang mudah dijangkau. Di sini saya mengekstraknya langsung di folder Desktop. Setelah itu, kembali ke PCSX2, hapus centang pada opsi Use default setting, klik Browse, lalu arahkan ke folder bios hasil ekstrak tadi (Desktop → bios). Perhatikan gambar berikut sebagai acuan.
Setelah daftar BIOS muncul, pilih yang paling atas (versi terbaru). Saya selalu memakai BIOS tersebut dan tidak pernah mengalami masalah saat bermain. Terakhir, klik Finish.
Setting PCSX2 agar Game Lebih Lancar
Nah, sekarang saatnya kita melakukan setting PCSX2. Berikut langkah-langkahnya.
1. Emulation Settings
Pilih menu Config → Emulation Settings. Ubah Preset menjadi Aggressive, lalu klik OK.
2. Video (GS) Plugin Settings
Selanjutnya, buka Config → Video (GS) → Plugin Settings. Atur sesuai gambar di bawah ini, lalu klik OK.
3. Audio Plugin Settings
Setelah itu, buka Config → Audio → Plugin Settings. Atur seperti gambar di bawah ini, lalu klik OK.
4. Controllers
Untuk pengaturan Config → Controllers, kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Saya terbiasa bermain dengan keyboard, jadi pengaturannya seperti pada gambar di bawah ini.
Menjalankan Game di PCSX2
Terakhir, pilih game yang ingin dimainkan melalui menu CDVD → Browse, lalu cari lokasi penyimpanan game kamu. Di sini saya menggunakan game Harvest Moon: A Wonderful Life.
Hasil Pengujian dan Tips Meningkatkan FPS
Mencapai FPS 50-60 di Linux ini tergolong mudah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah apakah game tersebut benar-benar playable atau tidak. Pada pengujian ini, permainan terasa cukup lambat dan kurang nyaman untuk dimainkan.
Angka FPS yang dihasilkan memang cukup tinggi, tetapi game terasa sangat lambat (slow motion), seperti berjalan di 20 FPS pada Windows. Untuk mengakalinya, saya mengaktifkan turbo mode dengan menekan tombol Tab pada keyboard.
Pada FPS 70-80, game baru terasa playable dan nyaman dimainkan.
Penutup
Demikianlah cara setting PCSX2 di Linux Ubuntu, mulai dari instalasi, konfigurasi awal, hingga pengaturan agar game berjalan lebih lancar. Semoga panduan ini bermanfaat untuk kamu. Untuk pengaturan yang lebih ekstrem, khususnya bagi perangkat Spek Rendah, akan saya bahas di artikel berikutnya. Jika ada kendala atau pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar.



















